Selasa, 22 November 2011

MODEL PRAKTIK KEPERAWATAN PROFESIONAL (MPKP)

Di Susun Oleh :
KELOMPOK 2
AHYA RIZAL SK.109.009
ALMA ARGANISA SK.109.010
ANI SUMARNI SK.109.011
ANI UMAROH SK.109.012
ANIEK ANDRIYANI SK.109.013
ANINDYA LATHIFAH SK.109.014
ANIS ULFA SK.109.015
DIYAH FITRIANI SK.109.048

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN
STIKes KENDAL
TAHUN AKADEMIK 2010-2011

Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP)

1. Pengertian / DefinisiHoffart dan Woods (1996), mendefinisikan Model Praktik KeperawatanProfesional sebagai sebuah sistem yang meliputi struktur, proses, dan nilai professional yang memungkinkan perawat professional mengatur pemberian asuhan keperawatan dan mengatur lingkungan untukmenunjang asuhan keperawatan. Sebagai suatu model berarti sebuahruang rawat dapat menjadi contoh dalam praktik keperawatanprofessional di Rumah Sakit. .
2. Tujuan Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional
a. Meningkatkan mutu askep melalui penataan sistem pemberianasuhan keperawatan
b. Memberikan kesempatan kepada perawat untuk belajar melaksanakan praktik keperawatan profesional.
c. Menyediakan kesempatan kepada perawat untuk mengembangkanpenelitian keperawatan
3. Dasar Pertimbangan Pemilihan Model Praktik Keperawatan Profesional Terdapat enam unsur utama dalam penentuan pemilihan metode pemberian asuhan keperawatan, yaitu sesuai dengan visi-misi Rumah Sakit, dapat diterapkannya proses keperawatan, efisien dan efektif dalam penggunaan biaya, terpenuhinya kepuasan klien, keluarga danmasyarakat, kepuasan kerja perawat dan terlaksananya komunikasiyang adekuat.
4. Komponen Model Praktik Keperawatan Profesionala Nilai Profesional Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional didasarkan pada nilai professional.
a. Nilai professional merupakaninti dari Model Praktik Keperawatan Profesional , yang meliputi :nilai intelektual, komitmen moral, otonomi, kendali dan tanggung gugat
b. Pendekatan manajemenPendekatan manajemen digunakan untuk mengelola sumber dayayang ada meliputi : ketenagaan, alat, fasilitas serta menetapkanStandar Asuhan Keperawatan (SAK) . Pada Model PraktikKeperawatan Profesional ini kemampuan manajemen keperawatanyang dikembangkan terutama dalam hal mengelola perubahan danpengambilan keputusan.
c. Sistem pemberian asuhan keperawatanSistem pemberian asuhan keperawatan (care delivery system) merupakan metode penugasan bagi tenaga perawat yangdigunakan dalam memberikan pelayanan keperawatan kepadaklien. Sistem atau metode tersebut merefleksikan falsafahorganisasi, struktur, pola ketenagaan dan populasi klien. Saat inidikenal lima jenis metode pemberian asuhan keperawatan, yangterdiri dari : metode kasus, fungsional, tim, primer dan manajemenkasus.
d. Hubungan professionalPengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional (MPKP)memungkinkan terjadinya hubungan professional di antar perawatdan praktisi kesehatan lainnya. Hubungan ini dapat terjadi melaluisistem pendokumentasian keperawatan, operan tugas jaga,konferensi awal dan akhir, dan pembahasan kasus.
e. Kompensasi dan penghargaanPada suatu layanan professional, seseorang mempunyai hak ataskompensasi dan penghargaan. Kompensasi merupakan salahfaktor yang dapat meningkatkan motivasi, pada Model Praktik
Keperawatan Profesional karena masing-masing perawatmempunyai peran dan tugas yang jelas sehingga dapat dibuatklasifikasi yang obyektif sebagai dasar pemberian kompensasi dan penghargaan.
5. Aspek Pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional Menurut Sitorus (1996) yang diperkuat oleh Nursalam (2002),berdasarkan tingkat perkembangan keperawatan di Indonesia untuk dapat menerapkan Model Praktik Keperawatan Profesional ada tiga aspek yang perlu dikembangkan yang meliputi :
a) Ketenagaan
Dalam pengembangan Model Praktik Keperawatan Profesional, aspek ketenagaan merupakan komponen pertama yang harus dipertimbangkan, sehingga tujuan pelayanan dapat dicapai. Menurut Werdati (2005) dalam penerapan sistem pemberian asuhan keperawatan terdapat 3 strategi manajemen yang pentingdalam mengelola sumber daya keperawatan yaitu
1) Sistem klasifikasi pasien
Sistem ini dikembangkan untuk mewujudkan asuhankeperawatan yang bermutu dan efisisien, karena pelayanandiberikan sesuai dengan tingkat kebutuhan pasien, merupakanmetode untuk memperkirakan dan mengkaji jumlah kebutuhanpasien terhadap pelayanan keperawatan, sehingga dapatdiketahui jam efektif perawat untuk melakukan pelayanankeperawatan. Depkes (2001) menetapkan indikator jumlah jamkontak perawat dengan pasien rata-rata selama 4,5 jam / hr
2) Stafing
Staffing merupakan salah satu fungsi khusus manajemenkeperawatan yang terdiri dari kegiatan-kegiatan :mengidentifikasi jenis dan jumlah dan kategori tenaga yangdibutuhkan pasien, mengalokasikan anggaran tenaga,merekrut, seleksi dan penempatan perawat, orientasi danmengkombinasikan tenaga pada konfigurasi yang baik.
3) Penjawdulan
Penetapan jumlah tenaga dan penjadualan adalah merupakanproses pengorganisasian sumber daya yang berharga untukmenentukan berapa banyak dan kriteria tenaga seperti apayang dibutuhkan untuk setiap shift . Sedangkan menurut KomisiAkreditasi Rumah Sakit (KARS) menyebutkan bahwa agar pelayanan keperawatan dapat mencapai tujuan yangditetapkan seorang Kepala Ruang harus menyusun jadualdinas yang dapat mencerminkan jumlah dan kategori tenagayang berkemampuan baik pada setiap shift dan adapenunjukan perawat sebagai penanggung jawab shift dengandisertai pembagian tugas yang jelas
b) Penerapan sistem pemberian asuhan keperawatan
Merupakan metode penugasan yang dipilih dalam memberikanpelayanan asuhan keperawatan sesuai dengan kondisi yang ada diRumah Sakit. Sistem pemberian asuhan keperawatan harusmerefleksikan falsafah organisasi, struktur, pola ketenagaan dankarakteristik populasi pasien yang dilayani. Untuk memperoleh gambaran penerapan sistem ini dapat dilihat dari tanggung jawab pelaksanaan uraian tugas dan pelaksanaan wewenang perawatpelaksana.
1) Tanggung Jawab perawat pelaksana :
a. Kebenaran asuhan keperawatan meliputi pengkajian,diagnosis dan rencana asuhan keperawatan.
b. Kebenaran dan ketepatan pelayanan asuhan meliputitindakan dan evaluasi keperawatan.
c. Kelengkapan bahan dan peralatan kesehatan
d. Kebersihan dan kerapihan pasien serta alat kesehatan
e. Kebenaran isi rekam asuhan keperawatan
f. Kebenaran informasi/bimbingan/penyuluhan kesehatan
g. Ketepatan penggunaan sumber daya secara efisien danefektif.
2) Uraian tugas perawat pelaksana:
a. Melaksanakan timbang terima tugas setiap awal dan akhir tugas dari dan kepada petugas penggantinya.
b. Melakukan observasi tentang kondisi pasien.
c. Mengikuti pre dan post konferens yang dilakukan.
d. Melaksanakan asuhan keperawatan kepada pasien yangmenjadi tanggung jawabnya dan didokumentasikan dalam rekam asuhan keperawatan.
e. Melakukan monitoring respon pasien terhadap tindakanyang telah dilakukan.
f. Melakukan konsultasi tentang masalah pasien.
g. Membimbing dan melakukan penyuluhan kesehatankepada pasien dan keluarga.
h. Menerima keluhan pasien dan berusaha untukmenyelesaikannya.
i. Melakukan evaluasi askep setiap akhir tugas.
j. Memperkenalkan diri dan rekan yang berada pada satutimnya untuk melakukan askep lanjutan pada pasien .
k. Melaksanakan tugas pendelegasian pada saat jagasiang/malam atau hari libur.
l. Mengikuti diskusi kasus / konferens dengan tim kesehatan.
m. Mengikuti pertemuan berkala (rutin) ruangan atau tingkatrumah sakit.
3) Wewenang
a. Memeriksa kelengkapan peralatan ruang perawatan
b. Meminta bahan dan perangkat kerja sesuai denagnkebutuhan pelaksanaan tugas
c. Melakukan pengkajian, menetapkan diagnosa danperencanaan keperawatan bagi pasien baru pada bertugas
d. Melakukan asuhan keperawatan kepada pasien
e. Melaporkan asuhan keperawatan pasien kepadapenanggung jawab.
c) Dokumentasi keperawatan
Dokumentasi keperawatan merupakan unsur penting dalam sistempelayanan kesehatan, karena dengan adanya dokumentasi yangbaik, informasi mengenai keadaan pasien dapat diketahui secaraberkesinambungan. Dokumenasi juga merupakan aspek legaltentang pemberian asuhan keperawatan, secara lebih spesifikdokumentasi keperawatan dapat berfungsi sebagai saranakomunikasi antar profesi kesehatan, sumber data untuk pengelolaan pasien dan penelitian dan sebagai barang buktipertanggungjawaban dan pertangunggugatan asuhan keperawatanserta sebagai sarana pemantauan asuhan keperawatan.Dokumentasi keperawatan dibuat berdasarkan pemecahanmasalah pasien, yang terdiri dari format pengkajian, rencanakeperawatan, catatan tindakan dan catatan perkembangan pasien

6. MANFAAT MPKP
• Dapat meningkatkan mutu askep
• Untuk menata tenaga keperawatan dlm upaya menuju layanan yg profesional
• Untuk proses belajar bagi mahasiswa keperawatan
• Untuk menunjang program pendidikan ners spesialis keperawatan.
• Untuk tempat penelitian keperawatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar