MANAJEMEN KEPERAWATAN
Di Susun Oleh :
KELOMPOK 2
AHYA RIZAL SK.109.009
ALMA ARGANISA SK.109.010
ANI SUMARNI SK.109.011
ANI UMAROH SK.109.012
ANIEK ANDRYANI SK.109.013
ANINDYA LATHIFAH SK.109.014
ANIS ULFA SK.109.015
DIYAH FITRIANI SK.109.048
PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN STIKes KENDAL
TAHUN AKADEMIK 2010-2011
MANAJEMEN KEPERAWATAN
A. Pengertian
Manajemen adalah proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain. Menurut P. Siagian, manajemen berfungsi untuk melakukan semua kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas – batas yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie mengatakan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
Sedangkan manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga dan masyarakat. (Gillies, 1989).
Kita ketahui disini bahwa manajemen keperawatan adalah suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi sumber – sumber yang ada, baik sumber daya maupun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif baik kepada pasien, keluarga dan masyrakat.
B. Fungsi – Fungsi Manajemen
Secara ringkas fungsi manajemen adalah sebagai berikut :
a. Perenacanaan (planning), perncanaan merupakan :
1. Gambaran apa yang akan dicapai
2. Persiapan pencapaian tujuan
3. Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
4. Persiapan tindakan – tindakan
5. Rumusan tujuan tidak harus tertulis dapat hanya dalam benak saja
6. Tiap – tiap organisasi perlu perencanaan
b. Pengorganisasian (organizing), merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan menentukan apa tugas pekerjaannya, macam, jenis, unit kerja, alat – alat, keuangan dan fasilitas.
c. Penggerak (actuating), menggerakkan orang – orang agar mau / suka bekerja. Ciptakan suasana bekerja bukan hanya karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri, termotivasi secara interval
d. Pengendalian / pengawasan (controling), merupakan fungsi pengawasan agar tujuan dapat tercapai sesuai dengan rencana, apakah orang – orangnya, cara dan waktunya tepat. Pengendalian juga berfungsi agar kesalahan dapat segera diperbaiki.
e. Penilaian (evaluasi), merupakan proses pengukuran dan perbandingan hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai. Hakekat penilaian merupakan fase tertentu setelah selesai kegiatan, sebelum, sebagai korektif dan pengobatan ditujukan pada fungsi organik administrasi dan manajemen.
Adapun unsur yang dikelola sebagai sumber manajemen adalah man, money, material, methode, machine, minute dan market.
C. Prinsip – Prinsip Manajemen
Prinsip – prinsip manajemen menurut Fayol adalah
a. Division of work (pembagian pekerjaan)
b. Authority dan responsibility (kewenangan dan tanggung jawab)
c. Dicipline (disiplin)
d. Unity of command (kesatuan komando)
e. Unity of direction (kesatuan arah)
f. Sub ordination of individual to generate interest (kepentingan individu tunduk pada kepentingan umum)
g. Renumeration of personal (penghasilan pegawai)
h. Centralization (sentralisasi)
i. Scalar of hierarchy (jenjang hirarki)
j. Order (ketertiban)
k. Stability of tenure of personal (stabilitas jabatan pegawai)
l. Equity (keadilan)
m. Inisiative (prakarsa)
n. Esprit de Corps (kesetiakawanan korps)
D. Proses Manajemen dibagi menjadi 2 :
1. Proses Manajemen
Untuk melaksanakan proses manajemen diperlikan :
a. Ketrampilan Teknik
Hal ini merupakan kemampuan untuk menggunakan pengetahuan, metode, tekhnik, dan peralatan yang diperlukan dalam menjalankan suatu tugas tertentu. Ketrampilan ini dapat diperoleh dari pengalaman, pendidikan dan pelatihan.
b. Ketrampilan Hubungan antar Manusia
Ketrampilan ini merupakan kemampuan berkerjasama dengan otrang lain, termasik dalam hal ini memahami masalah motifasi dan penerapan kepemimpinan.
c. Ketrampilan Konseptual
Ketrampilan ini merupakan kemampuan untuk memahami secara kompleks tentang organisasi yang ada. Selain itu juga bearti, kemampuan berfikir secar konseptual mengenai tujuan organisasi sebagai landasan untuk bertindak, bukan hanya memahami tujuan dari satu unit saja.
Dari 3 ketrampilan diatas, yang sangat penting adalah ketrampilan hubungan antar manusia. Ketrampilan ini sering digunakan dalam proses manajemen, dimana antara atasan dan bawahan saling berkomunikasi dan saling berhubungan. Bahkan, ada ahli yang berpendapat bahwa kemampuan hubungan antarmanusia sangatlah vital, dan banyak digunakan didalam proses manajemen.
2. Proses Manajemen Keperawatan
Proses manajemen keperawatan sesuai dengan pendekatan sistem terbuka dimana masing – masing komponen saling berhubungan dan berinteraksi dan dipengaruhi oleh lingkungan. Karena merupakan suatu sistem maka akan terdiri dari lima elemen yaitu input, proses, output, kontrol dan mekanisme umpan balik.
Input dari proses manajemen keperawatan antara lain informasi, personel, peralatan dan fasilitas. Proses dalam manajemen keperawatan adalah kelompok manajer dari tingkat pengelola keperawatan tertinggi sampai ke perawat pelaksana yang mempunyai tugas dan wewenang untuk melakukan perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan dalam pelaksanaan pelayanan keperawatan. Output adalah asuhan keperawatan, pengembangan staf dan riset.
Kontrol yang digunakan dalam proses manajemen keperawatan termasuk budget dari bagian keperawatan, evaluasi penampilan kerja perawat, prosedur yang standar dan akreditasi. Mekanisme timbal balik berupa laporan finansial, audit keperawatan, survey kendali mutu dan penampilan kerja perawat.
E. Prinsip-Prinsip yang Mendasari Manajemen Keperawatan
Prinsip – prinsip yang mendasari manajemen keperawatan adalah :
a. Manajemen keperawatan seyogyanya berlandaskan perencanaan karena melalui fungsi perencanaan, pimpinan dapat menurunkan resiko pengambilan keputusan, pemecahan masalah yang efektif dan terencana.
b. Manajemen keperawatan dilaksanakan melalui penggunaan waktu yang efektif. Manajer keperawatan yang menghargai waktu akan menyusun perencanaan yang terprogram dengan baik dan melaksanakan kegiatan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.
c. Manajemen keperawatan akan melibatkan pengambilan keputusan. Berbagai situasi maupun permasalahan yang terjadi dalam pengelolaan kegiatan keperawatan memerlukan pengambilan keputusan di berbergai tingkat manajerial.
d. Memenuhi kebutuhan asuhan keperawatan pasien merupakan fokus perhatian manajer perawat dengan mempertimbangkan apa yang pasien lihat, fikir, yakini dan ingini. Kepuasan pasien merupakan poin utama dari seluruh tujuan keperawatan.
e. Manajemen keperawatan harus terorganisir. Pengorganisasian dilakukan sesuai dengan kebutuhan organisasi untuk mencapai tujuan.
f. Pengarahan merupakan elemen kegiatan manajemen keperawatan yang meliputi proses pendelegasian, supervisi, koordinasi dan pengendalian pelaksanaan rencana yang telah diorganisasikan.
g. Divisi keperawatan yang baik memotivasi karyawan untuk memperlihatkan penampilan kerja yang baik.
h. Manajemen keperawatan menggunakan komunikasin yang efektif. Komunikasi yang efektif akan mengurangi kesalahpahaman dan memberikan persamaan pandangan, arah dan pengertian diantara pegawai.
i. Pengembangan staf penting untuk dilaksanakan sebagai upaya persiapan perawat – perawat pelaksana menduduki posisi yang lebih tinggi atau upaya manajer untuk meningkatkan pengetahuan karyawan.
j. Pengendalian merupakan elemen manajemen keperawatan yang meliputi penilaian tentang pelaksanaan rencana yang telah dibuat, pemberian instruksi dan menetapkan prinsip – prinsip melalui penetapan standar, membandingkan penampilan dengan standar dan memperbaiki kekurangan.
Berdasarkan prinsip – prinsip diatas maka para manajer dan administrator seyogyanya bekerja bersama – sama dalam perenacanaan dan pengorganisasian serta fungsi – fungsi manajemen lainnya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
F. Lingkup Manajemen Keperawatan
Mempertahankan kesehatan telah menjadi sebuah industri besar yang melibatkan berbagai aspek upaya kesehatan. Pelayanan kesehatan kemudian menjadi hak yang paling mendasar bagi semua orang dan memberikan pelayanan kesehatan yang memadai akan membutuhkan upaya perbaikan menyeluruh sistem yang ada. Pelayanan kesehatan yang memadai ditentukan sebagian besar oleh gambaran pelayanan keperawatan yang terdapat didalamnya.
Keperawatan merupakan disiplin praktek klinis. Manajer keperawatan yang efektif seyogyanya memahami hal ini dan memfasilitasi pekerjaan perawat pelaksana. Kegiatan perawat pelaksana meliputi:
a. Menetapkan penggunakan proses keperawatan
b. Melaksanakan intervensi keperawatan berdasarkan diagnosa
c. Menerima akuntabilitas kegiatan keperawatan yang dilaksanakan oleh perawat
d. Menerima akuntabilitas untuk hasil – hasil keperawatan
e. Mengendalikan lingkungan praktek keperawatan
Seluruh pelaksanaan kegiatan ini senantiasa di inisiasi oleh para manajer keperawatan melalui partisipasi dalam proses manajemen keperawatan dengan melibatkan para perawat pelaksana. Berdasarkan gambaran diatas maka lingkup manajemen keperawatan terdiri dari:
a. Manajemen operasional
Pelayanan keperawatan di rumah sakit dikelola oleh bidang keperawatan yang terdiri dari tiga tingkatan manajerial, yaitu:
1. Manajemen puncak
2. Manajemen menengah
3. Manajemen bawah
Tidak setiap orang memiliki kedudukan dalam manajemen berhasil dalam kegiatannya. Ada beberapa faktor yang perlu dimiliki oleh orang – orang tersebut agar penatalaksanaannya berhasil. Faktor – faktor tersebut adalah
1. Kemampuan menerapkan pengetahuan
2. Ketrampilan kepemimpinan
3. Kemampuan menjalankan peran sebagai pemimpin
4. Kemampuan melaksanakan fungsi manajemen
b. Manajemen asuhan keperawatan
Manajemen asuhan keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan konsep – konsep manajemen didalamnya seperti perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengendalian atau evaluasi.
G. Syarat-syarat Ruangan menjalankan MPKP adalah sebagai berikut:
a. Memiliki fasilitas perawatan yang memadai.
b. Memiliki jumlah perawat minimal sejumlah tempat tidur yang ada.
c. Memiliki perawat pendidikan yang telah terspesialisasi
d. Seluruh perawat telah memiliki kompetensi dalam perawatan primer.
H. Konsep manajemen keperawatan
Secara garis besar konsep terbagi lagi menjadi beberapa pengertian diantaranya sebagai berikut :
a. Konsep kualitas
Dalam konsep ini organisasi mementingkan kualiatas yang mampu memasuki pasar , dan dengan demikian harus mementingkan kepuasan pelangggan.
b. Konsep Manajement
Dalam konsep manajemen bukan hanya manajer melainkan semua personil bertugas malaksanakan manajemen menggunakan fakta dan manajemen dengan siklus PDCA (plan do check act).
c. Konsep proses
Dalam konsep proses siapapun yang akan melakukan tindak lanjut rangkaian tindakan, harus dianggap pelanggan yang harus dipuaskan. Pengendalian proses juga lebih diutamakan agar kesalahan kualitas dapat dihindari.
d. Konsep Standardisasi
Dalam konsep ini semua melaksanankan pekerjaan berpangkal pada standar, seperti standar prosedur, kualitas dan kompetensi.
e. Konsep homan respect
Dalam konsep ini manusia sepenuhnya perlu dihormati untuk menumbuhkan motivasi.
f. Konsep quality assurance
Dalam konsep ini keikutsertaan pegawai tercermin dari kegiatan dalam gugus kendali mutu ( quality circle)
g. Konsep Manajemen Jepang
Secara garis besar konsep ini dapat digunakan untuk memilih karakteristik calon karyawan, melatih karyawan baru, mengenalkan organisasi, merotasi karyawan diberbagai unit, mengambil keputusan secara kolektif ( kelompok kerja ), dan memotifasi karyawan untuk mencapai hasil maksimal.
DAFTAR PUSTAKA
Suwarli S.,Bahtiar Yanyan. 2002. Manajemen Keperawatan. Jakarta. Erlangga
http://creasoft.wordpress.com/category/keperawatankesehatan-masyarakatkebidanan/manajemen-keperawatan/
Swanburg Russel C. 2000. Kepemimpinan & Manajemen Keperawatan. Jakarta. EGC
HALO JUGA
BalasHapusuntuk kepemimpinan, menurut Anda, gaya kepemimpinan apakah yang pantas diterapkan untuk menyelesaikan masalah pada bangsal B? (Ayuningtyas B.R. / kelompok 3)
BalasHapusDhenis (Kel 5) : ingin tanya..apakah konsep manajemen keperawatan itu sudah benar2 diterapkan sepenuhnya di dalam kenyataan yang ada selama ini..dalam faktanya saya melihat di lahan masih bnyak kerancuan yang ada..sebagai calon pemikir bagaimana sikap anda melihat fakta yang seperti ini..kemudian strategi apakah yang mau anda lakukan..
BalasHapuseka (kel.6) : jika kelak anda sudah masuk ke dalam dunia kerja, anda menginginkan mendapat seorang pemimpin yang seperti apa? beri alasannya!
BalasHapusblz ya,,,
eko septiani (6): ingin tanya....
BalasHapusjika anda menjadi seorang pemimpin ,, gaya kepemimpinan seperti apakah yang ingin anda terapkan ?
ani sumarni : demokratis
BalasHapusanis ulfa mnjwb prtnyaannya eka : pemimpin yang bukan hanya melaksanakan kewajiban posisinya sebagai pemimpin tetapi juga dapat memberi motifasi dan juga menanpung pendapat bwahannya
BalasHapusani umaroh mnjwb prtnyaan eko : yang kami ambil yaitu kepemimpinan yang demokratis
BalasHapusamir (kel 1): apa dampak dari kepemimpinan yang tidak baik....??????????
BalasHapusnumpang tanya nih aku adi purnomo (the baxo angkoro murko) add FB ku yach....
BalasHapuslebih efisien pemimpin perempuan atau laki2.. tolong jelaskan yach?
yg bisa jawab dapat foto ku
erni purwani kel.6:
BalasHapusmaksudnya yang demokratis itu yang bagaimana????
ahya rizal dari kelompok 2 akan menjawab pertanyaan dari amir dan adi
BalasHapus@ amir= jika kepemimpinan tidak baik maka akan terjadi kesemrawutan dalam suatu organisasi dan anak buahnya pun cenderung mengikuti pemimpinan yg tidak baik pula sehingga organisasi tersebut berjalan dengan amburadoel.
.
@ adi= semua pemimpin sama saja tidak dipengaruhi oleh gender(jenis kelaminn).. yang terpenting adalah cara kepemimpinanya yg baik,jujur,tegas,dan berwibawa
^.^
ani sumarni dari kelompok 2 akan menjawab pertanyaan dari Erni Purwani kel.6:
BalasHapusPemimpin yang demokrasis itu adalah seorang pemimpin yang mampu bekerjasama (dengan bawahannya//jadi semisal terjadi konflik dalam ruangan tersebut pengambilan keputusannya itu dengan cara bermusyawarah antara karu,katim dan PA,
hem rame.... na klo pemimpin baik,jujur,tpi tidak pasti akan mempengaruhi juga to....(danang/klmpok4)
BalasHapushemm rame ... na neg pemimpin baik, jujur tpi tdk tegas pasti mempengaruhi juga to....(danang/klompok4)
BalasHapusdiani kelompok 5: di dalam suatu Rumah Sakit,kepala ruangan atau perawat senior selalu menyuruh-nyuruh kepada mahasiswa yang praktek,.sedangkan di dalam kosep-konsep itu sendiri sudah dijelaskan semua tugas-tugas kepala ruangan ataupun perawat senior...
BalasHapuslah yang mau saya tanyakan ,menurut pendapat anda apakah perawat n kepalaruangan itu sudah termasuk sebagai perawat-perawat yang patuh dan konsisten akan tugas yang telah di berikan kepada mereka?? matur nuwon
diani kelompok 5: TANYA LAGI BOLEH YACH....
BalasHapuskemarin kan anda telah praktek ,.saya mau tanya waktu praktek kemarin apakah anda sudah menerapan semua seperti yang ada pada managemen keperawatan,.coba berikan contohnya dan jelasakan mengapa anda menggunak contoh yang itu,..
Anis menjawab pertanyaan diani yg k 2 : Memang kami belum menerapkan managemen yang tertera pada materi kami, akan tetapi kami selalu berusaha mematuhi segala kebijakan 2 yang ada pada RS dan sebisa mungkin sebagai MHS. berperan aktif dalam setiap tindakan ataupun supervisi yang ada.
BalasHapusDewinta (Kel 5) tanya : bagaimana cara menjadi pemeimpin yang baik dalam suatu ruangan keperawatan..???
BalasHapussaya dewi paramitasari dari kel 4 ingin bertanya apa yang terjadi bila ledersip tidak diterapkan dalam rumah sakit dan bagaimana cara penanganannya???????
BalasHapussaya ahmad kohar dari klompok 1 ingin bertanya
BalasHapusbagaimana sikap anda sebagai seorang pemimpin yg baik jika peraturan yg ada bertentangan atau tidak sesuai dengan kemauan anda?
.
.
saya agnes dari kelompok 1 juga ingin bertanya
BalasHapusapakah semua orang bisa menjadi pemimpin?
saya abiyogati dari kelompok 1 ingin bertanya
BalasHapusmenurut anda bagaimana karakter kepemimpinan yg baik?
evie kusumaningrum kel 1:
BalasHapustanya yaa,,, bagaimana cara membangun jiwa kepemimpinan yg baik pada diri kita sendiri untuk mencapai keberhasilan ,mohon jelaskan,,???
TQ
afifatun nur f kel 1:
BalasHapustanya ya ya ya ya ,,,,
apa hubungannya kepemimpinan dg manajemen dan apa kaitanya dg keperawatan,,,?
evie kusumaningrum ingin menanggapi pertanyaan dewi paramita:
BalasHapusjika leadership tidak diterapkan dalam manajemen rumah sakit dg baik,menurut saya rumah sakit trsebut akan mengalami kerancauan,kekacauan karena tidak ada sosok pemimpin baik nyata maupun tertulis .
dan kita harus bisa menciptakan leadership/kepemimpinan yang baik dalam manajemen rumah sakit tersebutuntuk mencapai tujuan RS yang diharapkan,,
halloww....
BalasHapusErni purwani kel.6:
BalasHapuskalau dengan musyawarah belum bisa terselesaikan,apa yang akan anda lakukan???mkch....
Dewi khasani kel 5:
BalasHapussaya mau bertanya,sebagai kep.ruang apa yang akan anda lakukan jika manajemen yang anda lakukan selama ini tidak berhasil atau gagal?jelaskan?
arifa kel 3 : bertanya,,,
BalasHapusbagaimana cara penyelesaian strategi konflik yang baik ???
Dhenis (Kel 5) tanya : apa yang terjadi jika konflik itu sudah sampai berdampak pada psikologis yang mendalam kemudian sebagai seorang pemimpin apa yang akan anda lakukan, mekanisme yang bagaimana yang bisa anda terapkan dalam penanganan konflik tersebut ?
BalasHapusahya rizal menjwb arifa : menurut kami dengan cara Pengenalan, Diagnosis, Menyepakati suatu solusi, pelaksanaan dan evaluasi
BalasHapusani sumarni mjwb evi : kecerdasan, keluasan hubungan sosial motivasi diri dan dorongan berprestari
BalasHapusdiah F mjwb erni : dengan cara melibatkan pihak ketiga sebagai mediatior
BalasHapus